Selasa, 28 Juli 2015

Dikejar Depkolektor Sampai Dunia Maya

Sudah setahun lebih saya berhubungan dengan bank dan depkolektor, kenapa saya bisa berhubungan dengan mereka? nah ini cerita saya pada tanggal 2 Janurari 2015 saya bergabung dengan perusahaan swasta yang bergerak dibidang IT, 6 bulan bekerja masih terliahat normal namun selepas dari waktu tersebut mulai banyak masalah yang terjadi dari sistem kerja tidak jelas, proses income untuk karyawan tidak berjalan dengan baik bahkan bisa dibilang buruk :( . untuk menutupi hal tersebut diambil keputusan untuk membuat kartu sakti (kartu hutang, kartu kredit dan masih banyak lagi sebutannya) singkat cerita banyak diantara kami yang berhasil membuat kartu tersebut da digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasional kantor. awal-awalnya masih lancar pembayarannya namun telah berjalan 5 bulan tidak ada lagi proses pembayaran da gajipun tidak lagi didapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. di akhir bulan maret saya memutuskan untuk keluar dari rumah kontrakan sekaligus sebagai kantor, saya kembali kekosan (kosan sejak SMA-Kuliah) setelah beberapa pekerjaan saya selesaikan selama dua bulan saya memutuskan untuk keluar pada bulan 5 2014, banyak alasan untuk keluar, alasan paling utama adalah karena saya tidak akan mendapatkan apapun lagi jika bertahan di perusahaan tersebut. dan alasan kedua untuk menyelesaikan pendidikan saya disalah satu perguruan tinggi swasta. dan alhamdulillah pendidikan S1 saya selesai pada tanggal 27 Agustus, dan selanjutnya saya wisuda tanggal 22 Oktober 2015. dan saya sempat menjadi sampah masyarakat (pengangguran total) selama 3 bulan sampai saya diterima di salah satu perusahaan nasional yang bergerak dibidang kesehatan (jauh banget sama basic pendidikan saya) pada tanggal 2 Februari 2015. ya kalian pasti mau bilang kok sama tanggal kerja sama kantor sebelumnya.... hahahahh. yah itu kebutulan yang tidak terlalu istimewa lagian bulan sama tahun kan  beda. nah kepanjangan bahas pendidikan sama kerja. dah masuk ke inti masalah. 
setelah saya keluar dari perusahaan IT tersebut, pihak depkolektor dan bank selalu menghubungi saya secara bergantian dari pusat dan cabang. seminggu bisa 3 kali mereka menghubungi saya untuk menanyai kabar saya.hahahh kopet banget. becanda nih gan, awal-awalnya sih masih enak aja nelfonnya halus dan penuh tata kerama kaya dikeraton jogja :D. namun seiring waktu berjalan tanpa ada pembayaran dari mantan perusahaan saya, pihak bank dan depkolektorpun mempunyai banyak cara dalam melakukan komunkasi dan pendekatan dalam rangka mendapatkan hasil sesuai tujuan mereka yaitu mendapatkan pembayaran dari pihak kantor. penah sekali ada ibu-ibu menghubungi saya dengan nada ketus dan nyeleneh bukan orang bank banget dah. suram sampe geli dengernya kaya emak-emak lagi marahin anaknya abis berantem/tawuran gitu. kebayang gak gan? hihihi. ya itulah yang saya rasakan gan :D. dan efek paling keras dan tidak enak yang saya rasakan dari masalah ini adalah murka dan segala macam namanya, ya saya dimarahin abis sama orang tua saya, ya tentu saya tidak terima dengan perlakuan tersebut, .... ya abis bukan saya yang salah gan. ................... banyaklah maslahnya, dari ketemu dep dilapangan, sampe berteman di fb juga, Nyayu.......Sy namanya. hahahah niat banget pokoknya. add pin juga, saya layani semua bentuk komunikasi yang diinginkan mereka. kenapa saya layani ini bentuk tanggung jawab saya karena telah menjadi orang lugu dan bodoh dengan mudahnya percaya dengan seseorang kecil item idup lagi. nah sambil ngetik ini aja buat kurus gan banyak kalori dah yang kebakar. kayaknya cukup gan untuk cerita plastic (kartu sakti) ada filmnya. hahahah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar